Memilih Obat Herbal

Obat herbal yang digunakan untuk tujuan penyembuhan sudah ada sebelum sejarah manusia dan merupakan dasar untuk obat-obatan modern. Pada zaman kuno diyakini bahwa penyembuh komunitas menemukan efek penyembuhan dari banyak tumbuhan dengan mengamati kebiasaan Memahami Manfaat Obat Herbal alami hewan yang sakit. Ketika hewan seperti ayam, domba, kupu-kupu, dan simpanse serta banyak hewan liar dan peliharaan lainnya sakit karena virus atau bakteri, mereka sering mulai mencari tumbuhan pahit yang ditemukan ilmuwan mengandung bahan kimia seperti tanin dan alkaloid yang merupakan metabolit sekunder. Bahan kimia ini seringkali memiliki sifat antivirus, antibakteri, antijamur, dan antihelminthic. Temuan Tempat Pengobatan Syaraf Kejepit dan Stroke Pekanbaru Jakarta ini membuat para peneliti percaya bahwa hewan liar dan peliharaan memiliki kemampuan bawaan untuk mengobati diri sendiri. Salah satu contohnya dapat ditemukan dalam pola makan gorila dataran rendah terapi autis anak berkebutuhan khusus jakarta yang mengonsumsi 90% makanannya dari buah Aframomum melegueta, kerabat tanaman jahe, yang merupakan antimikroba kuat dan menjaga penyakit seperti shigellosis dan infeksi serupa di teluk. Dengan pengamatan yang dilakukan oleh penyembuh masyarakat dan kemudian diwariskan dari generasi ke generasi, dukun dapat meresepkan dengan relatif mudah sejumlah tanaman untuk sejumlah besar penyakit.

Memasuki abad ke-20 jamu menurun sementara penggunaan obat-obatan meningkat secara eksponensial. Ketika ilmuwan meneliti efek tumbuhan pada penyakit manusia, mereka akan menemukan bahan kimia di dalam tanaman dengan khasiat penyembuhan yang seharusnya, kemudian mereka akan membuat bahan kimia secara artifisial dan meresepkannya kepada populasi tanpa disadari yang menggembar-gemborkan para dokter sebagai penyelamat.

Obat Herbal atau Farmasi?

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, obat-obatan telah direduksi secara kimia menjadi satu bahan seperti aspirin (dari kulit pohon willow), digoxin (dari foxglove), kina (dari kulit cinchona), dan morfin (dari opium poppy). Masalah dengan obat-obatan yang tampaknya ajaib ini adalah kenyataan bahwa mereka memiliki banyak efek samping yang merugikan yang berasal dari bahan yang begitu kuat dan terisolasi. Jika seseorang meminum obat-obatan herbal yang mencakup tumbuhan dan tanaman utuh, efek sampingnya berkurang secara drastis dan perawatannya menjadi jauh lebih halus dan seseorang dapat menjadi orang yang sehat seutuhnya.

Obat herbal mampu mengobati hampir semua penyakit dan banyak ilmuwan mulai melakukan lebih banyak penelitian tentang efek seluruh tanaman pada pengobatan penyakit sehari-hari. Ketika ilmu pengetahuan mulai melihat kebutuhan untuk merawat orang seutuhnya alih-alih penyakitnya, kesehatan secara keseluruhan akan diperoleh. Tubuh kita telah melalui seribu ribu generasi perubahan dan menjadi sangat ahli dalam menyembuhkan diri sendiri. Yang dibutuhkan tubuh kita dari kita adalah penerimaan kemampuan bawaan untuk mengobati diri sendiri. Masalahnya kita sudah lupa tanaman apa yang membantu penyakit apa.

Pengobatan Herbal dan Floraeceuticals

Di sini, di Floraeceuticals, kami merasa perlu memanfaatkan kemampuan bawaan manusia untuk menemukan tumbuh-tumbuhan dan tanaman untuk membantu penyakit sehari-hari seperti ketidakmampuan menambah berat badan, infeksi saluran kemih, tingkat energi rendah, depresi, dan kecemasan.

 

 

Leave a Comment